Tips Ujian SIMAK UI

FAJARSHADIQ.COM – Assalamualaikum, apa kabarnya bro and sis? Seperti biasa, Universitas Indonesia tiap tahunnya membuka dua gelombang untuk masuk pascasarjana untuk tingkat magister dan doktoral (S2 dan S3). Nah, di tahun 2017 ini, UI kembali gelombang pendaftaran mahasiswa baru pascasarjana semester genap, yang pendaftarannya sudah dimulai dari tanggal 2 Oktober 2017 hingga 3 November 2017.

Alhamdulillah, di tahun 2017 ini, saya berhasil masuk pascasarjana UI saat pembukaan mahasiswa baru di bulan April 2017. Saat itu ujiannya hampir bersamaan dengan mahasiswa S1. Jadi yang ikut banyak banget, jumlahnya hampir di angka 40 ribuan. Sementara di semester genap, jumlah pendaftarnya relatif lebih sedikit. Jadi peluang kamu masuk ke UI lebih terbuka.

Sekadar berbagi pengalaman, ada beberapa tips dan trik yang perlu kita catat agar bisa lolos ujian SIMAK UI. Tips ini tentu saja tidak menjamin Anda lolos 100% tapi bisa diperhatikan supaya ada yang bisa dipersiapkan.

Pertama, kita harus memahami Ujian SIMAK UI terdiri dari dua jenis soal. Tes Potensi Akademik (TPA) dan Bahasa Inggris. Ujian TPA terdiri dari materi tes verbal, materi tes numerik dan materi tes logika. Tes verbal merupakan tes kemampuan bahasa, soalnya biasa berupa sinonim atau padanan kata. Sementara tes numerik merupakan tes kemampuan matematika alias hitung-hitungan. Sementara, yang ketiga adalah tes kemampuan penalaran dan logika berpikir.

Harus diakui, Tes Potensi Akademik ini sangatlah sulit sehingga Anda harus belajar dan mengenali jenis soalnya. Anda bisa beli buku-buku Tes Potensi Akademik (TPA) yang beredar di pasaran. Tapi hati-hati! Jangan sampai salah beli buku. Cari buku TPA yang isinya ketiga materi tes yang saya sebutkan di atas. Sebab, banyak juga buku TPA abal-abal yang jenis soalnya berbeda jauh dengan materi ujian SIMAK UI.

Saat sebelum ujian SIMAK digelar, saya menghabiskan waktu sepekan untuk bergelut dengan buku-buku TPA dan berupaya menyelesaikan soal di dalamnya. Apakah soalnya mirip? Ya jenis soalnya hampir sama, tapi yang diujikan jauh lebih sulit. Jadi kita benar-benar harus penuh persiapan. Oh ya, jumlah soal TPA yang akan dikerjakan saat TPA berjumlah 100 soal, sedangkan waktu yang dijatah untuk kita kerjakan hanya 120 menit alias 2 jam saja. Tips: kalau mau beli buku saya sarankan yang OTO Bappenas. Jenis soalnya hampir mirip.

Contoh buku soal SIMAK UI.

Kedua, Soal Bahasa Inggris. Soal bahasa Inggris di SIMAK UI terdiri dari 2 jenis soal saja. Yang pertama, structure dan grammar. Kedua, soal yang berkaitan dengan narasi. Di situ kita harus membaca narasi dan dituntut untuk memahami teks, sebab jawabannya ada di teks tersebut. Perbandingannya kira-kira 40% grammar, dan 60% soal narasi. Waktu yang diberikan 90 menit.

Ketiga, saat mengerjakan TPA, kita harus berhati-hati sebab ada sistem pengurangan nilai. Jika soal yang kita jawab salah maka nilai kita akan dikurangi 1 poin(-1). Jika benar dapat 4 (+4). Jika dikosongkan poinnya 0. Sehingga kita pastikan hanya menjawab soal yang kita yakini benar. Sementara di soal Bahasa Inggris tidak ada sistem pengurangan nilai, jadi jawab saja semuanya tanpa takut resiko apapun.

Keempat, hampir mustahil ada anak manusia yang mampu mengerjakan 100 soal TPA dalam waktu 120 menit dengan tepat waktu dan akurat. Sebab, jenis soal yang dibuat sangat sulit diselesaikan dengan waktu singkat. Jadi ada trik penyelesaian soal yang nanti bisa kamu baca di buku-buku soal TPA. Tips: Jangan mengerjakan soal berurutan, selesaikan dari yang paling mudah.

Kelima, pengerjaan soal TPA dibagi dalam 3 kategori materi tes. Masing-masing kategori (verbal, numerik dan logika) dibagi dalam 3 alokasi waktu. Masing-masing ada pembagian waktunya. Panitia SIMAK UI nanti akan mengarsir di papan tulis sehingga ketika materi sudah beralih, kita tidak diperbolehkan membuka soal sebelumnya.

Keenam, saat saya mendaftar dan mengikuti ujian SIMAK UI di bulan Mei 2017, biaya pendaftaran sebesar Rp750.000. Jumlah yang cukup besar buat saya. Jadi harus persiapkan diri dengan baik. Belajar dengan cukup, juga persiapkan mental. Sebab, saat mengerjakan soal di rumah dan menyelesaikan soal di tempat ujian, suasananya sangat berbeda. Jangan lupa berdoa pada Allah SWT. Hingga saat ini sebenarnya saya masih tidak percaya berhasil lolos ujian SIMAK UI. Tentu berkat pertolongan dan kemudahan dari Allah SWT semata. Bocoran: doa 60%, belajar 40%

Ketujuh, perhatikan kapan waktu dan tempat di mana ujian akan dilaksanakan. Kalau perlu survey tempat dan bangunan gedung ujian akan diselenggarakan. Sehari sebelum ujian diselenggarakan, saya sempatkan survey ke Fakultas Hukum Gedung D, Kampus UI Depok. Supaya pagi esok harinya saya tidak perlu ribeet menyari tempat ujian dilaksanakan. Sayangnya, pas hari H ujian masih banyak orang yang kerepotan bahkan salah gedung. Kalau sudah begitu konsentrasi akan buyar. Padahal kita butuh otak dalam kondisi fresh saat ujian.

Kedelapan, saat saya mengikuti ujian SIMAK UI di bulan Mei 2017, ujian dilangsungkan pukul 07.00 WIB. Tempatnya di UI Depok. Tahu sendiri kan Jakarta macet banget. Sehingga jarak perjalanan dari rumah ke tempat ujian pun perlu diperhitungkan dengan matang. Jangan sampai telat dan waktu terbuang di jalan. Tips saya saat itu ialah menginap di rumah teman yang lokasinya tidak jauh dari UI Depok. Sehingga bisa sampai sejam sebelum ujian dilaksanakan. Kalau Anda datang dan berasal dari luar kota, Anda bisa menginap di Wisma Makara UI Depok yang berada di dalam kompleks UI. Jadi tak perlu sewa kamar hotel, kecuali Anda over budget.

Kartu Ujian SIMAK UI

Kesembilan, jangan lupa bawa alat tulis, dan kartu peserta ujian beserta KTP yang digunakan saat mendaftar. Kartu ujian pun jangan langsung dibuang setelah Anda menyelesaikan ujian. Sebab, kartu itu akan digunakan lagi untuk registrasi jika Anda dinyatakan lulus ujian oleh UI.

Kesepuluh, jangan lupa sarapan dan bawa air putih. Karena logika perlu logistik, jenderal!!

 

Sekian dan terimakasih. Selamat berusaha!

Fajar Shadiq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *